Langsung ke konten utama

dampak penyakit yang di timbulkan akibat kabut asap



pencemaran kabut asap atau dengan kata lain pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pengertian lain menyebutkan bahwa Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan  terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.

DAN EFEK DARI KABUT ASAP BISA MENYEBABKAN PENYAKIT-PENYAKIT SEBAGAI BERIKUT MENURUT DIREKTUR JENDRAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (P2PL) KEMENKES TJANDRA YOGA ADITAMA
1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
2. Kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain. Seperti bronkitis kronik, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).
3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
4. Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakit kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan 
5. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang. Sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
6. Secara umum berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
7. Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi, kemungkinan juga dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
8. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama  karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dan lain-lain penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Sehat Sunat: Kurangi Risiko Penularan HIV Hingga Kanker Serviks

Jakarta, Pria memang dianjurkan untuk menjalani khitan, bahkan ketika mereka sudah dewasa sekalipun. Pasalnya, khitan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, mulai dari mengurangi risiko penularan HIV, penyakit menular seksual (PMS) hingga risiko kanker serviks pada wanita. dr Muhammad Zaiem menjelaskan umumnya kuman dan virus akan bersarang di lipatan penis bagian dalam. Jika tidak dibersihkan, kuman, bakteri, dan virus tersebut akan menginfeksi tubuh pria. Nah, dengan sunat atau khitan, proses membersihkan lipatan penis bagian dalam akan lebih mudah. "Sunat pada dasarnya memotong atau menghilangkan seluruh atau sebagian kulit yang hanya menutupi kepala penis. Setelah kulit dibuang, kepala penis lebih mudah terlihat dan dibersihkan," tutur dr Zaiem ditemui di Graha Rumah Sunatan, Jatiasih, Bekasi, Kamis (8/10/2015). Dengan terjaganya kebersihan area kepala penis dan lipatan kulit dalam, area genital pria bia terbebas dari infeksi kuman, bakteri, dan virus. ...